Penghormatan Terhadap Objek Dalam setiap agama pasti terdapat objek-objek atau simbol-simbol yang ditujukan untuk penghormatan. Dalam Buddhisme terdapat tiga objek agama yang utama untuk tujuan tersebut, yaitu: Saririka atau relik-relik jasmani Sang Buddha; Uddesika atau simbol-simbol agama seperti rupang (patung, gambar) Sang Buddha dan cetiya atau pagoda; Paribhogika atau barang-barang pribadi yang pernah digunakan oleh…

Ehipassiko adalah sebuah istilah berupa ajakan atau undangan kepada semua orang untuk datang dan melihat; menunjukkan sifat keterbukaan bagi semua.[1] Secara umum, ehipassiko adalah ajakan atau undangan kepada semua orang tanpa kecuali untuk datang dan melihat, melakukan verifikasi atau pemeriksaan atau penyelidikan terhadap suatu hal untuk mendapatkan bukti, daripada hanya sekadar percaya begitu saja. Secara…

Saddha (Pali: saddhā; Skt: śraddhā)  adalah keyakinan berdasarkan pengetahuan dari hasil verifikasi atau pemeriksaan atau penyelidikan awal berupa hipotesis (anggapan benar) terhadap ajaran (konsep, gagasan, dll.) yang terbentuk karena keterbatasan bukti dan merupakan titik awal yang perlu ditindaklanjuti. Kata saddhā memiliki makna dan pengertian yang tidak sederhana, dan tidak memiliki padanan kata yang tepat dan…

Perth, Australia — Saya dulunya seorang ilmuwan. Saya belajar Ilmu Fisika Teoritis di Universitas Cambridge, berada di dalam gedung yang sama dengan seseorang yang kemudian dikenal sebagai Profesor Stephen Hawking. Saya menjadi kecewa dengan sains ketika sebagai orang-dalam, saya melihat betapa menjadi dogmatisnya seorang ilmuwan. Dogma, menurut kamus, merupakan pernyataan arogan dari sebuah opini.[1] Ini…

Tiga permulaan kejahatan (Pali: ti akusalamūla; Skt: tri akushalamūla) atau tiga awal kejahatan adalah tiga hal yang mula-mula muncul mengawali perbuatan jahat atau tidak bermanfaat. “Demikian telah dikatakan oleh Sri Bhagava … Para bhikkhu, tiga inilah permulaan kejahatan. Apakah ketiganya itu? Permulaan kejahatan keserakahan (lobha), permulaan kejahatan kebencian (dosa), dan permulaan kejahatan kedelusian (moha). Inilah…

Kemunculan ketergantungan (Pali: paṭiccasamuppāda; Skt: pratītyasamutpāda) adalah prinsip dari kemunculan sesuatu yang tergantung pada keberadaan sesuatu yang lainnya. Paṭiccasamuppāda atau Kemunculan Ketergantungan merupakan salah satu ajaran yang terpenting dalam Agama Buddha. Dalam Mahāhatthipadopama Sutta, Yang Arya (Y.A.) Sariputta, menyampaikan bahwa Sri Buddha mengatakan betapa pentingnya Paṭiccasamuppāda, Yo paticcasamuppadam passati, so Dhammam passati. Yo Dhammam passati,…

Tiga karakteristik keberadaan atau tiga corak umum (Pali: tilakkhaṇa, Skt: trilakṣaṇa) adalah tiga sifat dasar dari segala sesuatu yang ada, yaitu sifat anicca (tidak tetap, tidak kekal), dukkha (keluh kesah, ketidakpuasan, penderitaan) dan anattā (bukan diri, tanpa inti). Tiga karakteristik keberadaan ini disebutkan dalam Dhammapada 277, 278, dan 279.[1] Dan topik ini hanya membahas mengenai…

Menjadi ada kembali (Pali: punabbhava; Skt: punarbhava; Jawa: tumimbal) adalah keberadaan, keberlanjutan atau berlangsungnya kembali kehidupan makhluk  di alam kehidupan (Pali, Skt: saṃsāra – lingkaran hidup dan mati) setelah mengalami kematian. Menjadi ada kembali, dalam bahasa Pali adalah punabbhava yang berasal dari dua kata yaitu kata ”puna” dan ”bhava”. Kata ”puna” berarti “lagi” atau “kembali”,…

Jalan Arya Berunsur Delapan atau Jalan Mulia Beruas Delapan (Pali: ariyo aṭṭhaṅgiko maggo; Skt: ārya aṣṭāṅga mārga) adalah ringkasan dari jalan atau cara atau praktik yang bertujuan untuk melenyapkan dukkha (keluh kesah, ketidakpuasan, penderitaan), yang dipahami oleh para Arya (muliawan atau suciwan) sebagai Kebenaran. Jalan Arya Berunsur Delapan pertama kali disampaikan oleh Buddha Gotama dalam…

Kamma (bahasa Pali) atau karma (bahasa Sanskerta) berarti perbuatan atau aksi. Dalam Nibbedhika Sutta Buddha Gotama memperjelas bahwa yang disebut dengan kamma adalah kehendak (Pali, Skt: cetanā) ”Para bhikkhu, kehendak adalah yang Kusebut sebagai kamma. Setelah berkehendak, seseorang bertindak melalui jasmani, ucapan, atau pikiran.”[1] Ini berarti semua jenis perbuatan yang baik maupun yang buruk/jahat yang…

Page 1 of 21 2

© 2023 Vihara Girinaga Powered by Siddhi Makassar

Follow us:
Top